Mau Tahu? Apa Jebakan Finansial Yang Mengincar Kaum Milenial?

Realita, SURYABERITA.COMMau Tahu? Apa Jebakan Finansial Yang Mengincar Kaum Milenial? Halo kaum muda-mudi Millenial? Tahukah kalian bahwa kalian ini adalah sebagian aset terbesar bagi Negara kita tercinta ini.

Aset? Iya, Aset.

Kita semua ini aset negara yang benar-benar bisa membuat negara ini maju dengan pesat, kunci utama pergerakan ekonomi negara kita dan juga pemasukan negara bertambah itu ya kaum Millenial seperti kita ini.

Tapi di balik dari itu semua juga kita kejebak dalam finansial bagi pertumbuhan ekonomi kita sendiri, akan tetapi juga bergantung kita sendiri mau merubah memutar otak atau sebaliknya tetap menjadi kaum yang miskin seperti sekarang pada umumnya.

(Umum) ini saya kategorikan yang masih bergaji di standart UMR ya, (Umum) ini saya kategorikan miskin karena memang kaum Millenial saat ini masih Standart miskin.

Apakah Kaum Millenial Miskin?

Kaum milenial miskin itu ya?

Yang suka banget posting bahagia di instagram tapi sebenarnya miskin?

Yang liburan tapi pake Paylater?

Yang clubbing, minum, ngopi, hepi-hepi padahal gajinya UMR dikali dua?

Yang suka beli barang cicilan 0% 12 bulan, padahal aslinya ngga 0%?

Saya sangat senang sebenarnya Milenial terjebak hedonism finansial.

Karena ekonomi digerakkan oleh konsumsi, semakin konsumtif semakin tinggi GDP dan peningkatan ekonomi.

Namun ternyata, walau banyak orang Milenial hedonis di IG, ternyata tidak cukup menggerakkan GDP dan pertumbuhan ekonomi.

Buktinya sampai hari ini, pertumbuhan ekonomi masih gini-gini aja. Cenderung seret kearah resesi.

Artinya milenial hedonis yang suka liburan-liburan itu insignificant. Alias terlalu kecil buat diperhitungkan.

Dana yang tersalurkan lewat pinjaman online atau pinjaman apapun yang dipakai para milenial hedon, memang triliunan, 45 Triliun.

Gede kah?

Engga. Itu hanya remah-remah. GDP kita 12.000 Triliun. Apalagi jika ternyata 45 T tadi bukan hanya milenial yang pinjem.

Tolonglah, milenial hedon, lebih boros lagi. Angka kalian masih receh. Belum bisa nggerakin ekonomi bangsa.

Semangat foya-foya! Demi ekonomi negara!

Paham Kan Apa isi Tulisan Diatas?

Harusnya tanpa saya jelaskan maksud diatas, kita semua sudah paham ya. Tapi tidak apa-apa perlu saya jelaskan sedikit agar kita semua semakin paham.

Penjelasannya cukup 1 kata, yaitu "BOROS".

Sekian.

Source: Quora
Editor: Galih Dewandaru Putra

0 Komentar